Contoh Makalah Teknik
Analisis Data Penilaian
I. PENDAHULUAN
- Penelitian Teknik Analisis merupakan
kegiatan yang terencana untuk mencari jawaban yang obyektif atas
permasalahan manusia melalui prosedur ilmiah. Untuk itu di dalam suatu
penelitian dibutuhkan suatu proses analisis data yang berguna untuk
menganalisis data-data yang telah terkumpul. Data
yang terkumpul banyak sekali dan terdiri dari berbagai catatan di
lapangan, gambar, foto, dokumen, laporan, biografi, artikel, dan
sebagainya. Pekerjaan analisis data dalam hal ini ialah mengatur,
mengurutkan, mengelompokkan, memberikan kode, dan mengategorikannya.
Pengorganisasian dan pengelolaan data tersebut bertujuan menemukan tema
dan hipotesis kerja yang akhirnya diangkat menjadi teori substantif oleh
karena itu, analisisdata merupakan bagian yang amat
penting karena dengan analisislah suatu data dapat diberi arti dan makna
yang berguna untuk masalah penelitian. Data yang telah dikumpulkan oleh peneliti tidak akan
ada gunanya apabila tidak dianalisis terlebih dahulu.
- Dalam
proses analisis data dimulai dengan menelaah seluruh data yang tersedia
dari berbagai sumber, yaitu dari wawancara, pengamatan yang sudah
dituliskan dalam catatan lapangan, dokumen pribadi, dokumen resmi, gambar,
foto, dan sebagainya. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang analisis data,
dalam makalah ini akan membahas pengertian analisis data, jenis-jenis
analisis data, teknik-teknik analisis data, dan langkah-langkah analisis
data.
II. RUMUSAN MASALAH
A. Apa pengertian analisis data?
B. Apa saja jenis-jenis analisis data?
C. Bagaimana teknik-teknik analisis data?
D. Bagaimana langkah-langkah analisis data?
III. PEMBAHASAN
A. Pengertian Analisis Data
Data ialah bahan mentah yang perlu di olah
sehingga menghasilkan informasi atau keterangan, baik kualitatif maupun
kuantitatif yang menunjukkan fakta. Sementara perolehan data seyogyanya
relevan, artinya data yang ada hubungannya langsung dengan masalah penelitian.
Analysis is process of resolving data into its constituent
component to reveal its characteristic elements and structure.
Analisa data berasal dari gabungan dari dua
buah kata yaitu “analisis” dan “data”. Analisis merupakan evaluasi dari sebuah
situasi dari sebuah permasalahan yang dibahas, termasuk didalamnya peninjauan
dari berbagai aspek dan sudut pandang, sehingga tidak jarang ditemui permasalah
besar dapat dibagi menjadi komponen yang lebih kecil sehingga dapat diteliti
dan ditangani lebih mudah, sedangkan data adalah fakta atau bagian dari fakta
yang mengandung arti yang dihubungkan dengan kenyataan, simbol-simbol,
gambar-gambar, kata-kata, angka-angka atau huruf-huruf yang menunjukkan suatu
ide, obyek, kondisi atau situasi dan lain-lain.
Analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis
data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi,
dengan cara mengorganisasikan data ke dalam kategori, menjabarkan ke dalam
unit-unit, melakukan sintesa, menyusun ke dalam pola, memilih mana yang penting
dan yang akan dipelajari, dan membuat kesimpulan sehingga mudah difahami oleh
diri sendiri maupun orang lain.
Menurut Lexy Y. Moleong menjelaskan bahwa
analisis data adalah proses mengatur urutan data, mengorganisasikanya ke dalam
suatu pola, kategori, dan satuan uraian dasar. Analisis data sebagai
proses yang merinci usaha secara formal untuk menemukan tema dan merumuskan
hipotesis (ide) seperti yang disarankan dan sebagai usaha untuk memberikan
bantuan dan tema pada hipotesis. Jika dikaji, pada dasarnya definisi pertama
lebih menitikberatkan pengorganisasian data sedangkan yang ke dua lebih
menekankan maksud dan tujuan analisis data. Dengan demikian definisi tersebut
dapat disintesiskan bahwa analisis data merupakan proses
mengorganisasikan dan mengurutkan data ke dalam pola, kategori dan satuan
uraian dasar sehingga dapat ditemukan tema dan dapat dirumuskan hipotesis kerja
seperti yang didasarkan oleh data.
B. Jenis – jenis Analisis Data
Analisis dalam penelitian merupakan bagian dalam proses penelitian
yang sangat penting, karena dengan analisa inilah data yang ada akan nampak
manfaatnya terutama dalam memecahkan masalah penelitian dan mencapai tujuan
akhir penelitian.[6] Data
yang belum dianalisis masih merupakan data mentah. Dalam kegiatan penelitian,
data mentah akan memberi arti, bila dianalisis dan ditafsirkan.
Dalam rangka analisis dan interpretasi data,
perlu dipahami tentang keberadaan data itu sendiri. Secara garis besar,
keberadaan data dapat digolongkan ke dalam dua jenis, yaitu :
1. Data
bermuatan kualitatif
Data bermuatan kualitatif disebut juga dengan
data lunak. Data semacam ini diperoleh melalui penelitian yang menggunakan
pendekatan kualitatif, atau penilaian kualitatif. Keberadaan data bermuatan
kualitatif adalah catatan lapangan yang berupa catatan atau rekaman kata-kata,
kalimat, atau paragraf yang diperoleh dari wawancara menggunakan pertanyaan
terbuka, observasi partisipatoris, atau pemaknaan peneliti terhadap dokumen
atau peninggalan. Untuk memperoleh arti dari data semacam ini melalui
interpretasi data, digunakan teknik analisis data kualitatif.
2. Data
bermuatan kuantitatif
Keberadaan data bermuatan kuantitatif adalah
angka-angka (kuantitas), baik diperoleh dari jumlah suatu penggabungan ataupun
pengukuran. Data bermuatan kuantitatif yang diperoleh dari jumlah suatu
penggabungan selalu menggunakan bilangan cacah. Contoh data seperti ini adalah
angka-angka hasil sensus, angka-angka hasil tabulasi terhadap jawaban terhadap
angket atau wawancara terstruktur. Adapun data bermuatan kuantitatif hasil
pengukuran adalah skor-skor yang diperoleh melalui pengukuran, seperti skor tes
prestasi belajar, skor skala motivasi, skor timbangan, dan semacamnya.
C. Teknik Analisis Data
Teknik analisis data merupakan cara menganalisis data penelitian,
termasuk alat-alat statistik yang relevan untuk digunakan dalam penelitian.[8] Dalam
hal teknik analisis data, penelitian kualitatif dengan penelitian kuantitatif
juga memiliki beberapa perbedaan. Dalam analisis data kuantitatif, teknik
analisis datanya sangat bervariasi tergantung kepada tujuan penelitian,
hipotesis penelitian, dan jenis data yang diperoleh. Teknik statistik dengan
menggunakan peranti lunak komputer sering kali digunakan untuk mempermudah
peneliti dalam melakukan analisis data karena bentuk data yang berupa angka,
lebih bersifat universal, bebas budaya (culture free), dan lebih
objektif serta tidak bermakna ganda.[9] Dalam
teknik analisis data menggunakan statistik, terdapat dua macam statistik yang
digunakan pada data kuantitatif, yaitu statistik deskriptif dan inferensial.
1. Statistik Deskriptif
Adalah bidang statistik yang berhubungan dengan metode pengelompokan,
peringkasan, dan penyajian data dalam cara yang lebih informatif. Pada
statistik jenis ini kita melakukan teknik statistik yang berhubungan dengan
penyajian data statistik dalam bentuk gambaran angka-angka.[10] Yang
termasuk dalam statistik deskriptif antara lain distribusi frekuensi,
distribusi persen dan pengukuran tendensi sentral.
· Tabel
distribusi frekuensi yaitu menggambarkan pengaturan data secara teratur didalam
suatu tabel. Data diatur secara berurutan sesuai besar kecilnya angka atau
digolongkan didalam kelas-kelas yang sesuai dengan tingkatan dan jumlah yang
sesuai didalam kelas.
Contoh tabel distribusi frekuensi :
Apakah Saudara pernah belanja di Supermarket?
Jawaban
|
Frekuensi
|
Pernah
|
110
|
Tidak Pernah
|
90
|
Jumlah
|
200
|
Artinya : ada sebanyak 100 individu yang memilih ”pernah”
bebelanja di supermarket dan 90 yang memilih ”tidak pernah” berbelanja di
supermarket.
· Distribusi
persen adalah pengaturan data yang dihitung dalam bentuk persen. Cara
memperoleh frekuensi relatif ialah :
Frekuensi
masing-masing individu x 100%
jumlah frekuensi
Umur
|
Frekuensi
|
Presentase
|
< 25
|
121
|
37%
|
26-30
|
59
|
18%
|
31-40
|
83
|
25%
|
>40
|
66
|
20%
|
Jumlah
|
329
|
100%
|
Artinya : ada sebanyak 37% responden berusia <25
tahun, 18% berusia antara 26-30 tahun dan seterusnya.
· Pengukuran
tendensi sentral
Cara lain menggambarkan statistik deskriptif ialah dengan
menggunakan tendensi sentral. Contoh bilangan tendensi sentral ialah mean
(rata-rata), median dan mode. Tendensi sentral berguna untuk menggambarkan
bilangan yang dapat mewakili suatu kelompok bilangan tertentu.
- Mean
Dapat dicari dengan menjumlahkan semua nilai kemudian
dibagi dengann banyaknya individu. Rumusnya :
Dimana M = mean; X = jumlah data dan N = jumlah individu.
Contoh : Ada 5 orang dengan penghasilan sbb:
Individu
|
Penghasilan dalam ribuan (Rp.)
|
A
B
C
D
E
|
100
125
140
150
175
|
N = 5
|
å X = 690
|
- Mode
Mode merupakan nilai yang jumlah frekuensinya paling
besar. Untuk mencari nilai mode dapat dilihat pada jumlah frekuensi yang paling
besar.
Contoh :
Nilai
|
Frekuensi
|
60
65
66
70
72
75
80
85
|
5
6
7
15
2
6
8
10
|
- Median
Merupakan nilai tengah yang membatasi setengah frekuensi
bagian bawah dan setengah frekuensi bagian atas.
Nomor
|
Nilai
|
1
2
3
4
5
6
7
8
9
|
60
65
70
75
85
80
81
79
77
|
85 adalah median yang membagi empat
nilai diatasnya dan empat nilai di bawahnya.
2. Statistik Inferensial
Adalah teknik statistik yang berhubungan dengan analisis data
untuk penarikan kesimpulan atas data. Teknik statistik inferensial berhubungan
dengan pengolahan statistik sehingga dengan menggunakan hasil analisis tersebut
kita dapat menarik kesimpulan atas karakteristik populasi.
- Parametrik
Statistik parametrik adalah cabang ilmu
statistik inferensial yang digunakan untuk menganalisis data-data yang memiliki
sebaran normal saja. Diartikan pula ilmu statistik yang berhubungan dengan
inferensi statistik yang membahas parameter-parameter populasi; jenis data
interval atau rasio; distribusi data normal atau mendekati normal (Asep,
tt). Statistik parametrik tidak dapat dipergunakan sebagai metode
statistik apabila data yang akan dianalisis tidak menyebar secara normal.
Dengan kata lain, data yang ingin di analisis harus ditransformasikan terlebih
dahulu. Transformasi yang dimaksud adalah data ubah mengikuti sebaran normal.
Transformasi dapat dilakukan dengan mengubah data ke dalam bentuk logaritma
natural, menggunakan operasi matematik (membagi, menambah, atau mengali dengan
bilangan tertentu), dan mengubah skala data dari nominal menjadi interval.
Spesifikasi ini disebabkan karena metode statistik parametrik memiliki tingkat
akurasi ketepatan yang lebih tinggi dibandingkan statistik non parametrik (akan
dijelaskan selanjutnya). Untuk itulah penyajian data dengan sebaran normal
harus dilakukan untuk mendapatkan analisis data yang akurat. Contoh statistik
parametrik yaitu Normalitas, Homogenitas, Uji T, dan Anava.
- Non-parametrik
Statistik nonparametrik disebut juga
statistik bebas sebaran. Statistik nonparametrik tidak mensyaratkan bentuk
sebaran parameter populasi. Statistik nonparametrik dapat digunakan pada data
yang memiliki sebaran normal atau tidak. Statistik nonparametrik biasanya
digunakan untuk melakukan analisis pada data nominal atau ordinal. Keunggulan
dari statistik nonparametrik yaitu, tidak membutuhkan asumsi normalitas; secara
umum metode statistik non-parametrik lebih mudah dikerjakan dan lebih mudah
dimengerti jika dibandingkan dengan statistik parametrik karena
ststistika non-parametrik tidak membutuhkan perhitungan matematik yang rumit
seperti halnya statistik parametrik; statistik non-parametrik dapat digantikan
data numerik (nominal) dengan jenjang (ordinal); kadang-kadang pada statistik
non-parametrik tidak dibutuhkan urutan atau jenjang secara formal karena sering
dijumpai hasil pengamatan yang dinyatakan dalam data kualitatif; pengujian
hipotesis pada statistik non-parametrik dilakukan secara langsung pada
pengamatan yang nyata. Walaupun pada statistik non-parametrik tidak terikat
pada distribusi normal populasi, tetapi dapat digunakan pada populasi
berdistribusi normal. Contoh statistik nonparametrik yaitu Kolerasi Spearman (Spearman
Rank Order Correlation) dan Chi Square.
Berbeda halnya dengan analisis data
kualitatif. Data yang diperoleh dari
berbagai sumber dalam penelitian kualitatif dapat menggunakan teknik
pengumpulan data yang bermacam-macam (triangulasi) dan dilakukan secara
terus-menerus sampai datanya jenuh (dapat disimpulkan). Pengamatan yang
terus-menerus menghasilkan variasi data yang tinggi. Oleh karena itu sering
mengalami kesulitan dalam proses menganalisanya. Analisis data kualitatif
adalah bersifat induktif, yaitu suatu analisis berdasarkan data yang diperoleh
selanjutnya dikembangkan pola hubungan tertentu atau menjadi hipotesis.
Berdasarkan hipotesis yang telah dirumuskan maka selanjutnya mencari data lagi
secara terus-menerus agar dapat digeneralisasikan apakah hipotesis diterima
atau ditolak berdasarkan data valid yang telah terkumpul. Ketika hipotesis
diterima berdasarkan data yang terkumpul maka hipotesis dapat berkembang
menjadi teori. Menurut Sugiyono, analisis
data dalam penelitian kualitatif dilakukan sejak sebelum memasuki
lapangan, selama di lapangan dan setelah selesai di lapangan.
1. Analisis sebelum di lapangan
Penelitian kualitatif telah melakukan analisis data sebelum
peneliti memasuki lapangan. Analisis dilakukan terhadap data hasil studi
pendahuluan, atau data sekunder, yang akan digunakan untuk menentukan fokus
penelitian. Namun demikian fokus penelitian ini masih bersifat sementara, dan
akan berkembang setelah peneliti masuk dan selama di lapangan.
2. Analisis selama di lapangan model Miles and
Huberman
Analisis data dalam penelitian kualitatif,
dilakukan pada saat pengumpulan data berlangsung dan setelah selesai
pengumpulan data dalam periode tertentu.Pada saat wawancara, peneliti sudah melakukan
analisis terhadap jawaban yang diwawancarai. Bila jawaban yang diwawancarai
setelah dianalisis terasa belum memuaskan, maka peneiti akan melanjutkan
pertanyaan lagi, sampai tahap tertentu sehingga
diperoleh data yang dianggap
kredibel. Miles and Huberman, mengemukakan bahwa aktivitas dalam analisis data
kualitatif dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara terus menerus
sampai tuntas, sehingga datanya sudah jenuh. Aktivitas dalam analisis data, yaitu data reduction,
data display, dan conclusion drawing/verification.
a. Data Reduction (Reduksi Data)
Data yang diperoleh dari lapangan jumlahnya cukup banyak, untuk
itu maka perlu dicatat secara teliti dan rinci. Seperti telah dikemukakan,
makin lama peneliti ke lapangan, maka jumlah data akan makin banyak, kompleks
dan rumit. Untuk itu perlu segera dilakukan analisis data melalui reduksi data.
Mereduksi data berarti merangkum, memilih hal-hal yang pokok, memfokuskan pada
hal-hal yang penting, dicari tema dan polanya dan membuang yang tidak perlu.
Dengan demikian data yang telah direduksi akan memberikan gambaran yang lebih
jelas, dan mempermudah peneliti untuk melakukan pengumpulan data selanjutnya,
dan mencarinya bila diperlukan.
b. Data Display (Penyajian Data)
Setelah data di reduksi, maka langkah selanjutnya adalah
mendisplaykan data. Kalau dalam penelitian kuantitatif penyajian data ini dapat
dilakukan dalam bentuk tabel, grafik, phie chard, pictogram dan sejenisnya.
Melalui penyajian data tersebut, maka data terorganisasikan, tersusun dalam
pola hubungan, sehingga akan semakin mudah difahami.
Dalam penelitian kualitatif, penyajian data bisa dilakukan dalam
bentuk uraian singkat, bagan, hubungan antar kategori, flowchart dan
sejenisnya. Yang paling sering digunakan untuk menyajikan data dalam penelitian
kualitatif adalah dengan teks yang bersifat naratif.
c. Conclusion Drawing/verification
Langkah ke tiga dalam analisis data kualitatif adalah
penarikan kesimpulan dan verifikasi. Kesimpulan awal yang dikemukakan masih
bersifat sementara, dan akan berubah bila tidak ditemukan bukti-bukti yang kuat
yang mendukung pada tahap pengumpulan data berikutnya. Tetapi apabila kesimpulan
yang dikemukakan pada tahap awal, didukung oleh bukti-bukti yang valid dan
konsisten saat peneliti kembali ke lapangan mengumpulkan data, maka kesimpulan
yang dikemukakan merupakan kesimpulan yang kredibel.
Dengan demikian kesimpulan dalam penelitian kualitatif mungkin
dapat menjawab rumusan masalah yang dirumuskan sejak awal, tetapi mungkin juga
tidak, karena seperti telah dikemukakan bahwa masalah dan rumusan masalah dalam
penelitian kualitatif masih bersifat sementara dan akan berkembang setelah penelitian
berada di lapangan.
3. Analisis data selama di lapangan model Spradley
Menurut Spradley, proses penelitian kualitatif setelah memasuki
lapangan, dimulai dengan menetapkan seseorang informan kunci “key
informant” yang merupakan informan yang berwibawa dan dipercaya mampu
“membukakan pintu” kepada peneliti untuk memasuki obyek penelitian. Setelah itu
peneliti melakukan wawancara kepada informan tersebut, dan mencatat hasil
wawancara. Selanjutnya, perhatian peneliti pada obyek penelitian dan memulai
mengajukan pertanyaan deskriptif, dilanjutkan dengan analisis terhadap hasil
wawancara. Berdasarkan hasil dari analisis wawancara selanjutnya peneliti
melakukan analisis domain. Pada langkah selanjutnya peneliti sudah menentukan
fokus, dan melakukan analisis taksonomi. Berdasarkan hasil analisis taksonomi,
selanjutnya peneliti mengajukan pertanyaan kontras, yang dilanjutkan dengan
analisis komponensial. Hasil dari analisis komponensial, selanjutnya peneliti
menemukan tema-tema budaya. Berdasarkan temuan tersebut, selanjutnya peneliti
menuliskan laporan penelitian etnografi.
Jadi proses penelitian berangkat dari yang luas, kemudian
memfokus, dan meluas lagi. Terdapat tahapan analisis data yang dilakukan dalam
penelitian kualitatif, yaitu analisis domain, taksonomi, dan komponensial,
analisis tema kultural.
D. Langkah-langkah Analisis Data
Ada beberapa langkah yang perlu dilalui agar
proses analisis menjadi lebih terarah, yakni skoring, tabulasi, mendeskripsikan
data, dan melakukan uji statistika.
a. Skoring
Skoring adalah pemberian nilai pada setiap
jawaban yang dikumpulkan peneliti dari instrumen yang telah disebarkan. Setiap
item pertanyaan yang dimunculkan pada instrumen dikuantifikasikan
dalam bentuk angka. Misalnya, pada saat angket disebarkan aternatif jawaban
yang diberikan masih berupa kualitatif, maka pada tahap ini harus
dikuantifikasikan. Pada tahap ini peneliti memberikan nilai atau bobot pada
setiap alternatif jawaban.
Contoh alternatif jawaban pada angket.
· Selalu :
3
· Belum
tentu : 2
· Tidak :
1
b. Tabulasi
Setelah
tahap skoring, hasilnya ditransfer dalam bentuk yang lebih ringkas dan mudah
dilihat. Mencatat skor secara sistematis akan memudahkan pengamatan data yang
diperoleh. Apabila analisis data membandingkan dua kelompok, maka data
ditempatkan dalam kolom yang berbeda. Dengan menggunakan prinsip tabulasi ini,
seorang peneliti akan dapat menentukan arah selanjutnya teknik analisis apa
yang diperlukan, tergantung pada tujuan analisis data yang hendak dicapai.
c. Mendeskripsikan
data
Mendeskripsikan
data adalah menggambarkan data yang ada guna memperoleh bentuk nyata dari
responden, sehingga lebih dimengerti oleh peneliti atau seseorang yang tertarik
dengan hasil penelitian yang dilakukan. Analisis data yang paling sederhana dan
sering digunakan oleh peneliti atau pengembang adalah menganalisis data yang
ada dengan menggunakan prinsip-prinsip deskriptif. Dengan menganalisis secara
deskriptif dapat mendeskripsikan data secara lebih ringkas, sederhana, dan
lebih mudah dimengerti.
d. Melakukan
uji statistika
Uji
statistika atau analisis inferensial merupakan pengolahan data yang
diperoleh dengan menggunakan rumus-rumus atau aturan-aturan yang berlaku,
sesuai dengan pendekatan penelitian atau desain yang diambil.
Penggunaan rumus atau aturan-aturan tersebut hendaknya mampu mengukur dan
sesuai dengan tujuan atau hasil penelitian yang ingin peneliti capai.
IV. ANALISIS
Di dalam sebuah penulisan karya ilmiah yang berdasarkan data-data
penelitian, analisis data merupakan suatu hal yang harus dijabarkan oleh
penulis. Karena tujuan pokok dari suatu penelitian adalah untuk menjawab
pertanyaan-pertanyaan penelitian. Dan untuk mencapai tujuan pokok tersebut,
peneliti harus dapat melakukan proses pengolahan data dan menganalisis data
tersebut. Analisis
data merupakan salah satu langkah terpenting dalam sebuah penelitian, karena
merupakan cara berfikir agar memperoleh temuan-temuan yang di hasilkan dari
sebuah penelitian.
Dalam melakukan analisis dalam sebuah
penelitian, peneliti perlu mengetahui terlebih dahulu mengenai teknik-teknik
dan langkah-langkah dalam menganalisis data yang harus di lakukan agar proses
analisis lebih terarah. Begitu pula dalam melakukan analisis data, peneliti
memerlukan usaha yang sangat perlu untuk di implementasikan yakni pemikiran
para peneliti. Selain melakukan analisis data, peneliti juga
perlu menguasai akan kepustakaan yang berguna untuk mengkonfirmasikan adanya
teori baru yang barangkali dapat ditemukan. Setelah data dianalisa,
hasil-hasilnya harus diinterpretasikan untuk mencari makna dan implikasi yang
lebih luas dari hasil-hasil penelitian.
V. KESIMPULAN
Analisis data merupakan proses
mengorganisasikan dan mengurutkan data ke dalam pola, kategori dan satuan
uraian dasar sehingga dapat ditemukan tema dan dapat dirumuskan hipotesis kerja
seperti yang didasarkan oleh data. Dalam rangka analisis dan interpretasi data,
perlu dipahami tentang keberadaan data itu sendiri. Secara garis besar,
keberadaan data dapat digolongkan ke dalam dua jenis, yaitu : data bermuatan
kualitatif dan data bermuatan kuantitatif
Teknik analisis data ada dua, yaitu teknik
analisis data kuantitatif dan teknik analisis data kualitatif yaitu teknik
analisis data kuantitatif dengan menggunakan statistik, meliputi statistik
deskriptif dan inferensial. Statistik inferensial meliputi statistik parametris
dan non parametris. Teknik analisis data kualitatif dilakukan dari sebelum
penelitian, selama penelitian, dan sesudah penelitian yang meliputi analisis
sebelum di lapangan, teknik analisis selama di lapangan model Miles dan
Huberman dan teknik analisis data menurut Spradley. Dan terdapat pula langkah – langkah yang
perlu dilalui agar proses analisis menjadi lebih terarah, yakni skoring,
tabulasi, mendeskripsikan data, dan melakukan uji statistika.
VI. PENUTUP
Demikian makalah ini saya buat, semoga bermanfaat bagi pembaca
pada umumnya dan bagi pemakalah pada khususnya. Pemakalah menyadari masih
banyak kekurangan dalam penyusunan makalah ini, maka dari itu kritik dan saran
yang membangun sangat diharapkan guna kesempurnaan makalah selanjutnya.
Related Posts :
1 komentar:
terimakasih, cukup informatif
Posting Komentar